Korban Tewas Virus Corona di Spanyol Melonjak, Tembus 2.696 Jiwa

Ads

Korban Tewas Virus Corona di Spanyol Melonjak, Tembus 2.696 Jiwa

Redaktur
Rabu, 25 Maret 2020

Petugas mengenakan pakaian pelindung di tengah pandemi virus Corona (AP Photo)

SUARA ASIA -  Dilansir dari laman BBC, dalam 24 jam terakhir, angka kematian di Spanyol melonjak tajam, tercatat bertambah 514 jiwa.

Orang yang terpapar virus Corona di negeri Matador ini berjumlah 40 ribu orang, 2.696 jiwa dikabarkan meninggal dunia.

Spanyol menjadi negara kedua paling parah di Eropa setelah Italia atas wabah ini. Di Italia, tercatat 6.000 orang telah meninggal dunia.

Diketahui, ada tiga wilayah di Spanyol yang terpapar virus mematikan ini, paling parah yaitu Madrid, Katalunya dan Basque. Meski demikian, jumlah kasus di area lain juga menunjukkan tren meningkat.

Selain itu, wilayah sekitar Madrid juga terpantau cukup parah, di antaranya, Castilia La Mancha dan Castilla y Leon. Dua daerah ini berbatasan langsung dengan Madrid yang mayoritas dihuni orang-orang tua.

Tidak sampai di situ, kabar pilu lainnya, lantaran kurangnya peralatan, tempat pemakaman umum di Madrid sudah menghentikan penerimaan mayat korban virus Corona.

Saat ini, Madrid menggunakan tempat ski es terbesar Palacio de Hielo untuk menampung mayat korban virus tersebut.

Pemandangan di kota Madrid begitu mencekam. Mobil ambulance setempat bolak-balik mengantar jenasah ke Palacio de Hielo. Tempat penyimpanan mayat dan rumah sakit penuh dengan pasien.

Meski begitu dikabarkan, laju jumlah kasus terus menunjukkan penurunan di tiga hari terakhir.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez sudah meminta parlemen agar bisa memperpanjang karantina wilayah atau lockdown hingga 11 April 2020 mendatang.

"Saya tahu sulit harus tak kemana-mana hingga 11 April, ini memengaruhi semua orang. Tapi ahli setuju ini cara efektif untuk melawan virus corona," ujar Pedro Sanchez.

Editor: Abdullah