Masa Bencana Covid-19, Pemerintah Akan Ringankan Tagihan Listrik Bagi Warga Miskin

Ads

Masa Bencana Covid-19, Pemerintah Akan Ringankan Tagihan Listrik Bagi Warga Miskin

Redaktur
Rabu, 25 Maret 2020


SUARA ASIA - Selama enam bulan di masa tanggap darurat bencana Corona atau COVID-19 ini, masyarakat miskin, khususnya rumah tangga dengan daya 450 Watt dan 900 Watt, akan mendapatkan keringanan tagihan listrik.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin dalam telekonferensi pers dari Rumah Dinas Wapres di Jakarta, Selasa (24/3).

"Sedang dipertimbangkan untuk memberikan keringanan pembiayaan tagihan listrik, untuk rumah tangga miskin yang 450 Watt dan 900 Watt, tetapi yang sudah terdaftar datanya secara terpadu di Kementerian Sosial," kata Ma'ruf Amin.

Lanjut Wapres, untuk memberikan keringanan tagihan listrik tersebut, pemerintah akan menggunakan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) milik Kemensos.

"Besaran atau nilai keringanan tersebut masih dilakukan penghitungan hingga diputuskan oleh Presiden Joko Widodo," ujar Wapres.

Diketahui, berdasarkan DTKS Kemensos, tercatat sedikitnya 27,2 juta rumah tangga dengan daya 900 Watt yang mendapatkan subsidi listrik. Nilai bantuan yang diberikan tersebut bervariasi mulai dari Rp60 ribu hingga Rp100 ribu setiap bulannya.

Ma'ruf Amin juga menerangkan, soal kebijakan tersebut, perlu dilakukan seleksi supaya tidak salah memberikan insentif atau bantuan atau subsidi kepada yang tidak berhak.

"Jangan sampai yang menerima itu justru bukan orang miskin, tapi malah orang kaya," imbuh Ma'ruf.

Keringanan tagihan listrik itu merupakan salah satu kebijakan yang diambil pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial, khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan, selama wabah pandemi COVID-19.

Laporan: Jamaluddin
Editor: Abdullah